Thursday, February 24, 2011

SEMINIT SAJA....IT TAKES ONLY A MINUTE....


This is a "forward" article. It is a gentle reminder to all of us which the writer adds humour, evolving our day to day living. So much so that we can take a good look in the mirror and laugh at ourselves.

I ought to thank the writer for his/her thoughts who had saved me a lot of time thinking to write such an article and therefore "SEMINIT SAJA" deserves everyone's attention.

BM - Bahasa Malaysia
E - English

QUOTE

BM: Betapa besarnya nilai wang kertas bernilai RM1 apabila dibawa ke masjid untuk disedekahkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

E: A donation of RM1 note to a mosque is of great value; but RM1 note has no value when we bring to a shopping Mall!

BM: Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas minit namun betapa singkatnya kalau kita melihat filem.

E: Prostrating to Allah for fifteen minutes seems a long time but watching a movie seems a shortwhile.

BM: Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengata atau mengumpat tanpa harus befikir panjang-panjang.

E: How difficult it is to say a prayer spontaneously saying the appropriate words but how easy it is to criticize or indulge in gossips without giving due consideration.

BM: Betapa asyiknya apabila pertandingan bola dipanjangkan waktu namun kita mengeluh seketika khutbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

E: How overwhelming it is to watch a football match given extra time but we complain when sermons in mosque take a longer time than as usual.

BM: Betapa sulitnya untuk membaca satu helai Al-Qur'an tetapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel atau majalah yang laris.

E: How difficult it is to recite one page from the Al-Qur'an but we can complete reading a 100 page bestselling novel or magazine.

BM: Betapa beria-ia orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konsert namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid.

E. How one loves to sit in the front row to watch a match or concert but one is comfortable to congregate in the last row during prayer in the Mosque.

BM: Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu berahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

E. How sinful one can be for 40 years due to lust and ego but find difficulty to control one's ego for a period of 30 days fasting.

BM: Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu solat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan

E: How hesitant one can be to organise one's 5 daily prayer time; but one can conveniently fix a time schedule even though one's favourite event comes in the last minute.

BM: Betapa sulitnya untuk mempelajari erti yang terkandung di dalam Al-Qur'an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

E. How difficult it is to understand the contents, meaning in the Al-Qur'an; but how convenient it is to repeat the same topic of a gossip to others.

BM: Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh surat khabar; namun betapa kita meragui apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al-Qur'an.

E. How we believe what had been reported in the newspapers; but we are skeptical, uncertain what is said in the Al-Qur'an.

BM: Betapa takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya; namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan bergema.

E: How we fear to be summoned by Boss and immediately on our feet to face him; but how fearless we can be and dilly dally to face Allah when the call of prayer is announced.

BM: Betapa setiap orang ingin masuk syurga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berfikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa.

E: Everybody wishes to go to heaven effortlessly.

BM: Betapa kita dapat menyebarkan seribu kelucuan melalui e-mail, dan menyebarluaskan dengan FORWARD seperti api: namum kalau ada e-mail yang isinya tentang Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan menyebarkannya serta terus klik pada icon

DELETE.

E. We are capable to transmit various emails and expand those emails like wildfire by "FORWARD"; emails pertaining to religious matters and in connection with Allah, often we are hesitant to open and disseminate information.

And immediately click the icon

DELETE.

ANDA TERTAWA.....? atau ANDA BERFIKIR-FIKIR...?

YOU LAUGH...? or ARE YOU DEEP IN THOUGHTS...?

UNQUOTE

As fellow Muslims we ought to remind one another and correct ourselves from wrong to right. The expression "MENJAGA TEPI KAIN ORANG" or ''MIND YOUR OWN BUSINESS" do not help us here and in the hereafter "akhirah". It is a wake-up call and when one repents to Allah, both individuals get the "pahala" blessings from Allah. On the other hand individualism has no role too. Human need to communicate with one another. There is no such thing as "you watch your grave and I watch mine". What happens if we both lie side by side in our graves!!!

'IF GOD IS WATCHING US, WE MIGHT AS WELL BE INTERESTING' - JURENI

JURENI'S FOUNTAIN OF KNOWLEDGE is linked to BANYUEMAS




Wednesday, February 16, 2011

TEASERS.....

Nothing can stop the man with the right mental attitude from achieving his goal: nothing on earth can help the man with the wrong mental attitude.

Thomas Jefferson




There is only one person who could ever make you happy, and that person is you

David Burns, Intimate Connections





Do not wait to strike till the iron is hot; but make it hot by striking

William B. Sprague

THE NOBLEST HUMAN BEING

Some salient features of the Messenger of Allah's character were contentment, optimism, and a generous heart. He was a bearer of glad tidings. He forbade people from extremes of austerity an asceticism, because these lead to repelling people from the truth. Hopelessness and failure were not in his dictionary. A smile was always on his face, and his heart was content. Furthermore, his commands were easy to follow, for his mission was to alleviate hardship and to remove the shackles of falsehood that hold people down.


Zayd ibn Thaabit (may Allah be pleased with him) reported that he heard the Messenger of Allah (bpuh) say:

"Whoever's main concern in this world, Allah will scatter his affairs and afflict him with poverty between his eyes; moreover, nothing will come to him from this world except that which was written for him. And as for those who long for the Hereafter, Allah will unite (and make smooth) their affairs. He will instill richness into their hearts and the world wll come to them, though it might do so unwillingly."

'Abdullah ibn Mas'ood (may Allah be pleased with him) reported that he heard the Messenger of Allah (bpuh) say:

"Whoever transforms all of his concerns into one concern only - concern for the Hereafter - Allah will satisfy his demands and needs in this life. As for he who devotes his concerns to worldly matters, Allah will not care in which valley he perishes."




AN IRON WILL

A student from a Muslim country went to London to study. He boarded with a British family in order to enhance his language skills. He was true to his religious principles and would wake up for the Morning Prayer early. He would make his ablution, go to his place of prayer, prostrate to his Lord, glorify Him, and praise Him. An old lady in the house was always keen to observe his foreign habits. She asked him after a few days, "What are you doing?" "My religion orders me to do this," was his reply. "Couldn't you delay saying this prayer until after you get complete rest?" He answered, "But my Lord does not accept from me my prayer if I delay it until after its fixed time period." She shook her head and exclaimed, "A will that shatters steel!"



Tuesday, February 15, 2011

AIR MATA DUKA

TANGISAN lazimnya berlaku mengiringi kesedihan, kepiluan dan penderitaan akibat daripada pelbagai tragedi yang memilukan dan menyayat hati. Tangisan merupakan pengalaman yang pasti dilalui oleh manusia, setikak-tidaknya ketika alam bayi dan kanak-kanak, lebih-lebih lagi kaum wanita. Duka dan gembira mereka sentiasa diiringi tangisan hingga mereka digelar makhluk air mata.

Tidak semua air mata yang tumpah mempunyai nilai di sisi Allah SWT kerana selain air mata duka, ada juga yang digelar air mata buaya. Malah ada juga air mata dipaksa mengalir untuk mendapat wang. Dia menangis bukan kerana sedih, tetapi kerana dunia lakonan yang palsu menghendaki mereka berbuat begitu.

Para penumpah air mata daripada golongan ini bukan sahaja tidak berharga di sisi Tuhan, malah boleh mendatangkan petaka di Akhirat. Mereka menggunakan air mata untuk tujuan berdusta, contohnya; air mata buaya adalah suatu tindakan untuk menarik simpati golongan tertentu supaya menyokong tindakan mereka yang negatif. Air mata golongan seniman juga adalah air mata palsu untuk tujuan wang dan glamor.

Apa yang hendak dibincangkan di sini ialah air mata yang mengalir kerana mencari keredaan Allah SWT. Air mata yang menitis pada malam hari ketika manusia sedang lena tidur. Inilah golongan yang memikirkan dirinya sebagai hamba Allah Taala yang berasa serba kurang dari segi ketaatannya kepada Allah SWT, berbanding dengan nikmat kurniaan yang diterimanya, selain berasa dosanya tidak terbilang, ibarat pasir di pantai. Hari demi hari kian bertambah dosa ini hingga tidak tertanggung, sedangkan umurnya kian berkurangan.

Hamba Allah yang sentiasa bermuhasabah diri, berasa kesuntukan masa untuk melakukan ketaatan terhadap Allah SWT. Malam baginya bukan untuk beristirehat sebagaimana orang lain, sebaliknya itulah ketika yang paling syahdu untuk beristighfar memohon keampunan dan bertaubat terhadap Allah SWT. Air mata terus mengalir kerana takut akan murka Tuhan, di dalam hatinya dipenuhi pertanyaan; adakah dirinya layak memasuki syurga Allah? Sedangkan dia amat sedar akan ketidakupayaannya untuk menghuni neraka yang dahsyat itu.

Justeru, air matanya terus mengalir pada malam yang hening mengenangkan keadaan dirinya. Dalam situasi yang serba lemah itu, dia menyerahkan dirinya kepada Allah SWT. Dengan linangan air mata, dia berharap agar dosanya diampunkan, dia tidak berasa kecewa dan putus asa daripada rahmat Allah SWT kerana Allah Taala Maha Penerima taubat hamba Nya.

Rasulullah SAW menyatakan bahawa di Akhirat kelak, antara golongan manusia yang mendapat perhatian Allah Taala ialah mereka yang menangis kerana Nya. Tuhan berseru: "Di manakah hamba-hamba-Ku yang menangis?" Lalu Tuhan memerintahkan para malaikatnya supaya membawa hamba-hamba-Nya yang menangis pada siang hari lebih-lebih lagi pada malam hari kerana mengenangkan dosa mereka.

Sebanyak mana air mata yang mengalir kerana takut akan kemurkaan Tuhan, maka akan ditimbang bersama-sama dengan darah para syuhada yang tumpah kerana memperjuangkan dan mempertahankan agama Allah SWT. Air mata itu juga akan timbang bersama-sama dengan dakwat para ulamak yang menulis berbagai-bagai kitab yang memperjelas hukum-hakam dan syariat AllahTaala supaya difahami dan diamalkan oleh manusia.

Begitu tinggi nilai air mata taubat itu, sama nilainya dengn darah syuhada yang tumpah sebagai wira Islam, yang sanggup mengorbankan jiwa demi agama Allah dan keredaan-Nya. Air mata taubat itu juga sama nilainya dengan dakwat pena para ulamak yang menghabiskan usianya untuk mengarang kitab-kitab yang menjadi pelita kepada umat, menerangi jalan hidup manusia untuk berbakti kepada Allah SWT.

Air mata bukan sahaja mengalir kerana takut akan azab Allah Taala, tetapi juga kerana tamak, tetapi bukan tamak akan harta, sebaliknya tamak untuk melakukan kebaikan. Tidak padan dengan kebaikan yang dikurniakan Allah SWT kepadanya jika dibandingkan dengan ketaatan yang dilakukannya terhadap Allah Taala selama ini.

Bukan saja kepapaan dan penderitaan menyebabkan orang menangis sedih, sebaliknya kekayaan dan kemewahan mengalirkan air mata orang yang insaf. Dia bimbang dengan ujian kesenangan. Sejarah umat yang terdahulu dan umat kini pun telah banyak dicatatkan bahawa kesenangan dan kemewahan telah menyebabkan manusia lupa kepada Tuhan.




Monday, February 14, 2011

ORANG YANG BERSELAWAT MENDAPAT SYAFAAT


IMAM At-Tarmizi meriwayatkan hadis daripada Abdullah bin Amru bin 'Ash RA yang berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah SWT akan membawa seorang daripada umatku ke hadapan orang ramai di akhirat kelak untuk dibentangkan 99 sijil di hadapan mereka. Setiap keping sijil itu luasnya adalah sejauh mata memandang. Dalam setiap sijil itu ditulis segala amalannya. Kemudian Allah Taala bertanya kepada orang itu: "Adakah sesuatu catatan dalam sijil itu yang hendak kamu bantah? Adakah jurutulis (malaikat yang mencatat amal) telah menganiaya kamu? Adakah kamu berasa hendak meminta uzur (meminta maaf) daripada Aku? Jawab orang itu: Tidak wahai Tuhanku (tidak membantah dan tidak meminta uzur)".

"Tuhan berkata kepada orang itu: "Bahkan sesungguhnya Aku mendapati terdapat berapa kebaikan pada engkau, oleh itu pada hari ini aku sedikitpun tidak akan menzalimi engkau." Tuhan mengeluarkan selembar daripada sijil (catatan amal) orang itu, didapati di dalamnya mengandungi catatan kalimah: Asyhadu an-Lailaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluhu".

"Setelah itu Allah SWT memerintahkan orang itu supaya hadir ke tempat timbangan untuk menimbang selembar kertas yang mengandungi kalimah "Lailaha illallah" itu. Orang itu bertanya kepada Tuhan: Ya Rabbi, untuk tujuan apakah lembar ini? Jawab Tuhan: "Sesungguhnya engkau tidak akan dizalimi ataupun tidak menzalimi sesiapapun."

"Kemudian Allah Taala meletakkan lembar yang bertulis kalimah "La Ilaha Illallah" ke dalam satu daripada ceper (piring) timbangan Akhirat, sementara ceper timbangan yang di sebelahnya dipenuhkan dengan 99 lembaran sijil-sijil yang diberikan kepada orang itu. Apabila ditimbang, maka lembar yang mengandungi kalimah Syahadah itu lebih berat berbanding dengan 99 sijil yang mengandungi berbagai-bagai catatan amalan yang lain".

Melalui hadis riwayat At-Tirmizi itu, dapat difahami bahawa tidak ada amalan yang lebih berat dalam timbangan Akhirat selain amalan yang berasaskan kalimah La Ilaha Illallah. Ini kerana kalimah La Ilaha Illallah itu merupakan pati atau intisari kepada sekalian amalan.

Inilah yang dikatakan "paksi ibadat" dalam kehidupan orang-orang yang beriman, sama ada ibadat fardu seperti solat fardu, ataupun sedang lena tidur, ataupun ibadat dalam bentuk berjihad dengan harta benda, tenaga dan jiwa raga untuk menegakkan Islam, supaya Islam terlaksana di dalam negara. Berdakwah, mengajar atau mengadakan kuliah agama untuk menghapuskan kejahilan umat, kesemua itu tidak lain adalah semata-mata kerana tuntutan kalimah "Lailaha illallah".

Tidak mudah untuk seseorang bangun malam, untuk menunaikan solat tahajud. Begitu juga tidak mudah bagi seseorang hendak berjihad dengan mengorbankan harta kekayaan, menggunakan masa sepenuhnya untuk perjuangan menegakkan Islam di muka bumi ini, sehingga terkorban jiwa kalaulah tidak disebabkan keyakinan terhadap tuntutan kelimah"La Ilaha Illallah" itu.

Manusia tidak gerun dengan ancaman dan gertakan orang-orang yang membenci agama Allah, tidak menghiraukan rasa letih dan mengantuk untuk bangun malam menunaikan solat tahajud dan bermunajat kepada Allah SWT. Sesungguhnya tidak ada yang menggerunkan dan melemahkan semangat seseorang apabila mereka yakin terhadap tuntutan kalimah "La Ilaha Illallah".

Sikap, pendirian serta seluruh tindakan orang-orang Mukmin itu tidak lain kerana kehendak atau tuntutan kalimah "La Illaha Illallah". Justeru apabila ia ditimbang dalam timbangan Akhirat kelak, timbangannya lebih berat daripada catatan amalan yang lain.

Dalam sebuah hadis lain, Nabi SAW bersabda: "Apabila ringan timbangan kebajikan seorang Mukmin, maka ketika itu datanglah syafaat daripada Nabi SAW. Baginda akan mengeluarkan selambar kertas yang kecil selebar jari dan mencapakkannya ke dalam piring timbangan disebelah kanan, ketika itu akan beratlah timbangan kebajikan orang itu".

"Maka terkejut besarlah orang Mukmin ini apabila seseorang yang tidak dikenali mencampakkan secebis kertas itu sehingga menyebabkan berat timbangan kebajikannya. Amat besar rasa kesyukuran orang itu apabila timbangan kebajikan tiba-tiba menjadi berat".

"Setelah dia memuji-muji orang yang menyebabkan timbangan kebajikannya menjadi berat, lalu dia bertanya: Siapakah Tuan yang bermurah hati ini? Jawab orang itu: Sesungguhnya akulah Nabi Muhammad yang selalu engkau sebut-sebut dalam selawatmu dan juga dalam solatmu".

"Adapun kertas kecil yang aku letakkan ke dalam ceper timbangan ini ialah catatan selawat yang sering engkau selawatkan kepadaku. Sekarang aku mengenang balik segala selawat yang selalu engkau ucapkan kepadaku, dengan mengembalikan catatan selawat itu kepadamu ketika kamu sangat memerlukannya".

Justeru, orang Mukmin sewajarnya membanyakkan selawat ke atas Nabi SAW pada bila-bila masa dan di mana-mana sahaja, lebih lebih lagi pada hari Jumaat dan malamnya kerana fadilatnya lebih besar lagi. Amalan selawat ke atas Nabi SAW merupakan suatu amalan yang berat dalam timbangan Akhirat, hampir sama beratnya dengan amalan yang berasaskan tuntutan kalimah"La ilaha Illallah".

Sebuah hadis daripada Malik bin Anas dan Abdullah bin Umar berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang menunaikan hajat saudaranya di dunia ini, nescaya aku akan berdiri dekat dengan tempat amalan dia ditimbang. Jika timbangan kebajikan lebih berat maka berbahagialah dia, tetapi jika timbangan kebajikan ringan nescaya aku memberikan syafaat kepadanya."

Tidak mudah untuk mendapatkan pertolongan ketika berada di Mahsyar. Susah-payah di dunia ini mungkin ramai orang yang boleh menolong tetapi jika kesusahan itu berlaku ketika amalan mereka ditimbang dan mendapati kebajikannya ringan ketika dalam timbangan, maka siapakah yang dapat menolong ketika itu jika tidak mendapat syafaat daripada Nabi SAW?




Sunday, February 13, 2011

FREEDOM....


Young Egyptians take photography of themselves standing in front of newly-painted murals on a street leading off Tahrir Square in downtown Cairo, Egypt - end of Hosni Mubarak 30-year rule.



Sunday, January 30, 2011

WATER - 3 DAYS OF RAIN......


3 DAYS OF RAIN! BERSYUKURLAH - cool here.....

WATER covers four-fifths of the earth's surface and has the most fascinating cycle. Wind moves the clouds from say, the Pacific basin to deposit their water in the Mediterranean region. The water falls to the ground and goes back into the oceans through a multitude of routes, only to evaporate again into the atmosphere and begin a fresh cycle. The Qur'an says: "And We sent down water from the sky in due measure, and lodged it into the earth, but We are perfectly capable of taking it all away" (al-Mu'minun: 18). Indeed, He provides and He takes away! "We could turn it bitter; if only you would be thankful" (al-Waqi'ah: 70).

The will of God is the only power capable of creation and destruction. Water, being the natural catalyst for life here and in the hereafter, is totally under the control of the absolute divine will. Water is the essence of life. God sends down the rain in a drizzle to nourish the earth and the human body. Rain water is purified in the atmosphere by certain chemical and electrical processes known to physicists, and these processes are also determined by the will of God Almighty.




Thursday, January 27, 2011

FLY...FLY...LIKE A BIRD IN THE SKY...ABBA




WHITE DOVE


LISTENING WITH THE SILENCE OF THE HEART

Listen with no judgements. Listen without answering with the voice in your head.

Go beyond outer appearances and listen to the message within. Listen lovingly with the silence of your heart.


DANCE LIKE NOBODY'S WATCHING,
LOVE LIKE YOU'VE NEVER BEEN HURT,
SING LIKE NOBODY'S LISTENING,
LIVE LIKE IT'S HEAVEN ON EARTH

Mark Twain



MY BUTTERFLY COLLECTION.....


SPEAKING WITH FULLNESS OF THE HEART

Speak the gentle truth and with fullness of the heart.

Speech is a powerful human tool and the tongue is sharper that the sword.

Use love, kindness and sincerity in your speech and it will return to you a thousand-fold!

Author Unknown







Happiness resides not in possessions and not in gold; the feeling of happiness dwells in the soul.

Democritus

MY ICON... SPRING FLOWERS



MY LIFE IS AN EXPRESSION OF MY TALENTS AND ABILITIES - Anonymous






WE ARE WHAT WE REPEATEDLY DO. EXCELLENCE, THEREFORE, IS NOT AN ACT BUT A HABIT - Aristotle





IN THE HOPES OF REACHING THE MOON MEN FAIL TO SEE THE FLOWERS THAT BLOSSOM AT THEIR FEET - Albert Schweitzer (I remember, I read his book in my teenage years "All Men Are Brothers", he was a Doctor, if I am right, who served in Africa)
Bold




THE GREAT AND GLORIOUS MASTERPIECE OF MAN IS TO KNOW HOW TO LIVE TO PURPOSE - Michel de Montaigne





IF YOU DO NOT HOPE, YOU WILL NOT FIND WHAT IS BEYOND YOUR HOPES - St. Clement of Alexandra






Saturday, January 22, 2011

YEAR 2011 - HAVE FUN!





This is a "forward" article: subject Mathematical Fun: This Year. Thank you cousin Sulaiman Ahmad

QUOTE

"As you can see some people have fun working out things"










THIS YEAR we will experience 4 unusual dates:

1/1/11, 1/11/11, 11/1/11, 11/11/11....

NOW go figure this out .... take the last 2 digits of the year you were born, plus the age you will be on your birthday this year and it WILL EQUAL TO 111.... Does it work for everybody? INTERESTING!!!

UNQUOTE

Maths class was nightmarish during my student days. YES correct, = 111 Made my DAY!

Writer




Wednesday, January 19, 2011

NOTE OF APPRECIATION .....


Dear All,

Thank you for sparing your time reading my blog. Also many thanks to those of you who have posted your comments and acknowledged through emails. I would also like to thank my followers and I noted the changes made.

Wishing all, the very best in year 2011. I am taking a short break. HAPPY HOLIDAYS!

Wassalam
AISHAH SAID



LIVING IN HARMONY ....


EXCERPT FROM SURAH 5 * Al-Ma'idah

Religion is a serious matter and has to be treated with dignity and respect. It is difficult to see how anyone who does not show such respect can be treated as a friend or an ally.

Islam is a tolerate and accommodating religion, and when it comes to religious conviction and matters of belief it specifically forbids coercion and compulsion. Muslims are permitted to go into business and trade partnerships with non-Muslims on the basis of mutual honesty and trust. Muslim men are permitted to marry non-Muslim women and raise families built on mutual love and affection. Positive and constructive interreligious dealings and cooperation in all fields are to be encouraged to avoid intercommunal strife and promote tolerance, trust, and respect among all people. Islam has clearly defined the circumstances in which Muslims can shun followers of other religions or boycott them, because differences between various religions are inevitable. Nevertheless, Muslims are also taught to respect their religion and reflect that respect in dealing with others on an equal basis. That should not be very difficult, except for some, such as those fanatics who consider other people inferior to themselves, or bigoted agnostics and cynics who cannot tolerate people with convictions and strong beliefs different from their own.

One of the basic teachings of Islam is to love or hate for God's sake; love that is pure and unselfish and a rejection that is free of malice and injustice and bears no grudges towards those who are rejected. Islam also teaches forbearance and the need to overlook the minor mistakes of others and their shortcomings, while being firm and severe when the situation demands it.




LAT - MY FAVOURITE CARTOONIST


NO KOMEN???!!!

LAT "buat de' aje"

"curi tulang" watching SEA Games



HIDDEN TALENT - "BAKAT TERPENDAM"


It was said that Malaysian young are encouraged to read the life of Cat Stevens to Yusof Islam

Islam, Yusuf (b. 1948) The former Cat Stevens, at one time a pop singer, now an Islamic organizer and educator. After his conversion to Islam, his interest in educating Muslim children led him to found the Islamiah School in Brent, London in the late 1980s. Was a founder of the Muslim Council of Britain and a fundraiser for Muslim charities.

* The Oxford Dictionary of ISLAM - by JOHN L. ESPOSITO



I loved singing "Morning Has Broken" during my younger days under the shower....(much to the chagrin of my mother, as I took my own sweet time in the bathroom)....

Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for the springing fresh from the word (brrrr... no water heater)

Sweet the rain's new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass

Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, Eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God's recreation of the new day

I had no notion that "Morning Has Broken" is a hymn those days in the 1970s. But today translated in bahasa "Pagi Telah Merekah" is "lagu dakwah" or "nasyid."




KEKUATAN SEDEKAH DALAM MEMANJANGKAN UMUR DAN MENYEMBUHKAN PENYAKIT


Pada pandangan kita sebagai orang Islam, sedekah adalah amal kebajikan. Orang yang bersedekah umpama orang yang menanam benih kebajikan. Pada hari akhirat kelak, orang yang bersedekah itu pasti merasa buah ataupun hasil daripada amalan sedekahnya di dunia ini. Dengan demikian, hari-hari yang kita lalui dalam kehidupan di dunia adalah hari-hari bagi beramal yang tiada batasannya kecuali kematian.

Nabi Muhammad pernah berkata, ada tujuh orang yang mendapat naungan Allah pada hari yang tidak terdapat naungan kecuali naungannya iaitu hari kiamat. Tujuh orang itu adalah:

* Raja yang adil.

* Pemuda yang rajin beribadah pada Allah.

* Orang yang hatinya selalu berpaut pada masjid.

* Dua orang yang saling menyayangi semata-mata kerana Allah, bukan kerana dunia. Mereka bersama dan berpisah kerana Allah.

* Orang yang digoda oleh wanita cantik dan berkata "Aku takut pada Allah."

* Orang yang bersedekah dengan bersembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.

* Orang yang mengingati Allah dalam kesunyian hingga menitiskan air mata.

Walaupun Nabi Muhammad melalui kata-kata beliau menunjukkan sedekah itu dapat memanjangkan umur, pada hakikatnya kita melihat tidak semua daripada kita, keluarga kita, saudara mara kita dan masyarakat di sekitar kita benar-benar mengamalkan sedekah sesuai dengan ciri-ciri yang perlu ada padanya.

Kita perlu memahami, sedekah adalah doa sekali gus amalan yang konkrit. Jadi, kekuatan yang terkandung dalam sedekah adalah lebih dahsyat daripada kekuatan yang terkandung dalam doa.

Berkenaan doa, beberapa penyelidik dan pengulas yang mengkaji doa dalam penyembuhan penyakit mempunyai bukti yang menyokong penemuan mereka. Stanley Krippner, pengarah pasca sarjana di Institut Saybrook di San Francisco adalah salah seorang penyelidik terkemuka dalam bidang kaedah penyembuhan yang menyimpang daripada kaedah biasa yang digunakan di dunia. Beliau mengatakan:

"Selepas meninjau secara mendalam, saya dapat menyimpulkan data penelitian berkenaan penyembuhan yang menggunakan doa jarak jauh. Ia memberikan harapan tetapi ia masih tidak mampu menghasilkan kesimpulan yang kuat .... Apabila kesan penyembuhan doa itu memang kuat, kesan itu perlu dapat diulang oleh para penyelidik lain tetapi hingga ke hari ini, data penelitian berkenaan penyembuhan jarak jauh belum menunjukkan pola yang berulang...."

Ahli psikologi, Lawrence LeSham banyak mengkaji penyembuhan jarak jauh berbanding orang lain. Selama beberapa dasawarsa, LeSham meneliti para penyembuh yang mempunyai kekuatan batin. Sebahagian besar daripada mereka menggunakan doa. Memang di tanah air kita sendiri, ramai orang yang menggunakan amalan penyembuhan menggunakan doa. Mungkin di setiap bandar di negara ini ada orang yang membuka pusat penyembuhan menggunakan kekuatan doa. Oleh itu, ia adalah fakta yang diperakui ramai. Apabila doa dapat menyebuhkan penyakit, bagaimana pula dengan sedekah?

Sedekah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela, ikhlas ataupun tanpa mengharapkan balasan. Ia adalah tindakan yang semata-mata dilakukan kerana mengharapkan keredaan Allah. Ia memiliki nilai sosial iaitu menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan.

Orang yang bersedekah memiliki rasa kasih sayang kepada orang lain. Ini adalah sesuatu yang pasti. Orang seperti ini mempunyai empati spiritual. Maksudnya, dia merasa sedih dan terluka apabila melihat orang lain dalam kesusahan sedangkan dia mampu memberikan bantuan. Dia merasa tenang dan bahagia apabila dapat memberikan bantuan kepada orang lain yang memerlukan. Dengan demikian, sedekah menenangkan dan membahagiakan jiwa. Kebahagiaan jiwa itulah kuncinya.

Jiwa yang bahagia adalah jiwa yang jauh daripada penyakit. Jiwa seperti ini tidak mudah dihinggapi penyakit. Penyelidikan terbaru menunjukkan, semua penyakit itu berkaitan dengan fikiran dan saya mahu menambah, semua penyakit itu juga berkaitan dengan hati. Jiwa yang bahagia melahirkan hati dan fikiran yang bahagia. Dengan itu, penyakit turut tercegah ataupun sembuh apabila jiwa menjadi bahagia.

Itulah sebab sedekah dapat menyembuhkan ataupun mencegah datangnya penyakit. Ternyata, sedekah adalah salah satu cara yang dapat memberi kesejahteraan jiwa orang yang memberinya. Perbahasan yang sama juga boleh digunakan bagi menjelaskan hubungan antara sedekah dan umur yang panjang.

Demikianlah kajian singkat dalam bab ini yang mudah-mudahan dapat menjadi renungan untuk kita semua. Sesungguhnya, kebenaran sejati hanya milik Allah.




Monday, January 10, 2011

TEASER...


SO, WHAT DO YOU CHOOSE TO LET GO OF TODAY?

Above is in connection with article "MAKING ROOM FOR SUCCESS!"

"My destiny is written when I am 120 days old in my mother's womb."

By: Writer

MAKING ROOM FOR SUCCESS!


One cannot manage too many affairs: like pumpkins in the water, one pops up while you try to hold down the other.

Chinese Proverb









Success is more about letting go, releasing and creating space than it is about adding to, learning more and gaining.

Success Needs Space....

Too often we fill our life with "too much" stuff and there's no room for success to come in:

Things like:

1. An over-active schedule and there's no room for serendipity with a stop at a book store where your next recruit is buying a book... or a long, lingering lunch with a friend that makes you laugh so much your serotonin levels rise and you're healthier.... or a chapter in your book that you love writing... or tons of fulfillment that comes from doing a great job (because you allowed more time to do it).

2. Tons of limiting beliefs (and a voice that whispers them) that leave no room for new, empowering beliefs (and the voice that shouts them with power and confidence!)

3. A cluttered office or home that has no room for that brand new vase or picture frame waiting to be bought... or the cluttered mind that has no room for that ingenious idea waiting to be discovered.

You see, Success needs space. And you are the one who can usher in new level of success by letting go of (fill in the blank.)

What are you willing to let go of today?

Just watch what you begin attracting into your life - the velocity - when you're willing to let go, release, unlearn and create space for success.

This article written by Liza Jimenez




Tuesday, December 28, 2010

WELCOME YEAR 2011/1432H



Dearest All,

My sincerest wishes:

May The Year 2011 Brings All:


GOOD HEALTH
HAPPINESS
PROSPERITY
AND SUCCESS





TIME TO PONDER......


OVERFLOWING YOUR LIFE WITH KINDNESS

In every single moment and minute of your life, be kind to yourself, your family and all others around you, including the strangers on the street.
Kindness inspires love.
Anger or control inspires fear.
How would you like to lead your life - in love or in fear?

FOOD FOR THE HEART:
Kind words can be short, but their echoes are endless - MOTHER TERESA

BEING THANKFUL FOR EVERYTHING THAT IS ALREADY YOU

You have gone through a wealth of experiences and come a long way to be who you are today.
Give thanks to all the positive experiences which have shaped you into who you are today.
Learn from the life's lessons and stressful times that have made you stronger.

FOOD FOR THE HEART:
Be content with what you have: rejoice in the way things are. When you realise there is nothing lacking, the whole world belongs to you. - LAO TZU

LETTING GO OF PAST HURTS AND GRIEVANCES

Holding on to past hurts and grievances eats you away slowly.
Be a bigger person and forgive others or what they have done to you, whether knowingly or unknowingly. Allowing bygones to be bygones releases you from the shackles of emotional pain and grants you FREEDOM.

FOOD FOR THE HEART
"Why do you stay in prison when the door is so wide open?" - JALAL AD-DIN RUMI




Sunday, December 26, 2010

BE STREET SMART EVERYDAY

FORTUNE FAVOURS THE BRAVE - by Publius Terrence

Because street smarts are so important to every part of your life, here is a quick review of the major elements that go into street smarts. Print this list out and keep it with you, for a regular reminder to be street smart every day.

I. HEIGHTENED AWARENESS

A. Trust your intuition
B. Develop perceptiveness and ability to anticipate
C. Size up people quickly and accurately
D. See the big picture

II. CONFIDENCE

A. Fake it till you make it
B. Believe in yourself - Be confident


III. HEALTHY SKEPTICISM

A. Don't believe everything you see and hear
B. Be hard to take advantage of
C. Use your "mental categories" and generalizations to keep you on guard
D. Give people the time and rope to either hang themselves or prove their integrity/sincerity

IV. RESOURCEFULNESS

A. Think quickly on your feet
B. Be persistent
C. Be prepared
D. Be flexible
E. Change your surroundings or adapt
F. Surround yourself with experts and contacts

V. RISK-TAKING

A. Be willing to take risks
B. Minimize the possible down side
C. Cut your losses and get out if you're wrong
D. Learn by your mistakes


NOTHING GREAT WAS EVER ACHIEVED WITHOUT ENTHUSIASM
- By Ralph Waldo Emerson




MAY THE YEAR 2011 BRINGS GOOD HEALTH, HAPPINESS AND PROSPERITY TO ALL


THREE DECADES TO BECOME PRESIDENT.......



FAIL YOUR WAY TO THE TOP

Have you had a challenging day or week? Feel a little tired or discouraged with a current situation? Ready to throw in the towel and quit something?

Don't worry. It's very normal to go through times of feeling that something in life stinks and all there is to see and feel is the current mess.

Here is something neat to ponder during those times, though. When doing battle with discouraged feelings, take a look at this report and reflect on this man's record of failure. It is a testament to how humans can learn and grow and win despite the losses and defeats.

Failed in business in 1831
Defeated for legislature in 1832
Failed in business again in 1833
Elected to legislature in 1834
Sweetheart died in 1835
Nervous breakdown in 1836
Defeated for speaker in 1838
Defeated for land officer in 1843
Defeated for congress in 1846
Defeated for re-election in 1848
Defeated for senate in 1855
Defeated for vice president in 1856
Defeated for senate in 1858
Elected President in 1860

Who was he?

He was a simple, uneducated, country boy who refused to allow his uncongenial circumstances to stop him. He refused to be a victim. He refused to accept failure. He refused to listen to people who told him he was crazy. He refused to stay down when he felt like nothing was going his way.

Simply put, he picked himself up no matter what and kept on going after his dream. He educated himself and did whatever it took to keep moving in the direction of his passions.

Who was he? Abraham Lincoln.

If you reflect back on your life, you can find patterns of the times you grew the most. Many of those times were probably a result of some kind of previous 'failure,' maybe even a series of them.

Remember: children don't fail when they are learning to walk. They fall down over and over again. It is the falling that teaches them and strengthens them. Each failure is a learning experience. And the faster people pick themselves up, reflect on the past occurence and go again, the faster they can achieve their goals and dreams.

So with this in mind, choose the one thing that may not be going exactly as you wish right now and do one thing to move you closer to achieving the result you want. And remember, life is about learning and growing.





Sunday, December 19, 2010

'MALAIKAT KECIL'




Subject: Malaikat Kecil - Tapi Ayah, Adakah Manusia Tidak Masuk Neraka Jika Hari Hujan??


Sharing is caring…

Malaikat Kecil – Tapi Ayah, Adakah Manusia Tidak Masuk Neraka Jika Hari Hujan?

Pada setiap petang Jumaat, selepas solat Jumaat, selepas melayani para jamaah di Masjid, Imam dan putera lelakinya yang berumur 11 tahun akan keluar ke bandar untuk mengedarkan risalah bertajuk “Jalan Ke Syurga” dan juga menyampaikan ceramah agama.

Pada petang Jumaat itu, seperti biasa Imam dan putera lelakinya akan keluar untuk mengedarkan risalah. Bagaimanapun pada petang tersebut keadaan di luar rumah sangat sejuk dan hujan pula turun dengan sangat lebat.

Budak itu memakai baju sejuk dan baju hujan dan berkata “OK ayah, saya sudah bersedia”. Ayahnya berkata “Bersedia untuk apa?”. Budak itu menjawab, “Ayah, masa telah tiba untuk kita keluar mengedarkan buku-buku tentang Islam ini”. Ayahnya membalas “Anakku, di luar sana sangat sejuk dan hujan lebat pulak”.

Dengan muka yang kehairanan, budak itu bertanya ayahnya, “Tetapi ayah, adakah manusia tidak masuk neraka jika hari hujan?”

Ayahnya menjawab, “Anakku, Ayah tak akan keluar dengan cuaca begini..”

Dengan nada sedih, budak itu bertanya, “Ayah, boleh tak benarkan saya pergi?”. Ayahnya teragak-agak seketika, kemudian berkata, “Anakku, awak boleh pergi. Bawalah buku ini semua dan berhati-hati”.

Kemudian, budak itu telah keluar dan meredah hujan. Budak sebelas tahun ini berjalan dari pintu ke pintu dan lorong-lorong sekitar bandar. Dia memberikan risalah dan buku kepada setiap orang yang ditemuinya.

Setelah dua jam berjalan dalam hujan, akhirnya tinggal hanya satu naskhah padanya. Ketika itu dia telah basah kuyup dan berasa sejuk hingga ke tulang. Budak itu berhenti di satu penjuru jalan sambil mencari seseorang untuk diberikan buku tersebut. Namun keadaan di situ lengang.

Kemudian dia berpatah balik ke rumah pertama yang dia lalu di lorong itu.

Dia berjalan di kaki lima menuju ke rumah tersebut. Bila sampai di pintu hadapan, dia menekan suis loceng namun tiada sesiapa yang membuka pintu.

Dia tekan lagi dan lagi, tetapi masih tiada jawapan. Dia tunggu lagi tetapi masih tiada jawapan. Akhirnya dia berpaling untuk meninggalkan rumah tersebut, tetapi seperti ada sesuatu yang menghalangnya. Dia kembali ke pintu itu dan menekan lagi suis loceng dan buat pertama kalinya mengetuk pintu dengan kuat. Dia tunggu, kemudian seperti sesuatu di anjung rumah itu menghalangnya supaya jangan pergi. Dia menekan suis loceng sekali lagi dan kali ini dengan perlahan pintu dibuka.

Berdiri di hadapan pintu itu seorang perempuan tua yang berwajah kesedihan.

Dengan perlahan perempuan tua itu bertanya, “Apa yang boleh saya bantu awak, wahai budak?”.

Dengan senyuman serta mata yang bersinar yang boleh menyinarkan bumi, budak itu berkata, “Makcik, saya mohon maaf kalau saya telah mengganggu makcik. Saya hanya ingin memberitahu bahawa Allah sangat sayang dan sentiasa melindungi makcik. Saya datang ini hendak memberikan sebuah buku yang terakhir ada pada saya ini. Buku ini menerangkan semua tentang Tuhan, tujuan sebenar Tuhan menjadikan kita dan bagaimana untuk mencapai kebahagiaan daripada-Nya” .

Kemudian, budak itu menyerahkan buku terakhir itu dan berpaling untuk balik. Sebelum berjalan balik, perempuan itu berkata, “Terima kasih ya anak dan semoga Tuhan memberkatimu” .

Selepas solat Jumaat pada minggu berikutnya, Imam menyampaikan ceramah agama seperti biasa. Dia menamatkan ceramahnya dengan bertanya, “ Ada sesiapa yang ingin bertanya soalan atau ingin berkata sesuatu?”.

Dengan perlahan, di barisan belakang di kalangan tempat duduk muslimat, suara seorang perempuan tua kedengaran di speaker, “Tiada di kalangan jemaah yang berkumpul ini mengenali saya. Saya tidak pernah hadir sebelum ini. Sebelum hari Jumaat yang lepas, saya belum lagi memeluk agama Islam bahkan tidak terfikir langsung untuk memeluknya. Suami saya telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, meninggalkan saya sebatang kara, saya benar-benar keseorangan di dunia ini."

Pada petang Jumaat yang lepas, ketika cuaca sejuk dan hujan lebat, saya telah bertekad untuk membunuh diri kerana sudah putus harapan untuk hidup.

Jadi saya mengambil seutas tali dan sebuah kerusi lalu menaiki loteng di rumah saya. Saya ikat tali tersebut dengan kuat pada kayu palang di bumbung

rumah kemudian berdiri di atas kerusi, hujung tali satu lagi saya ikat di sekeliling leher saya. Sambil berdiri di atas kerusi, saya berasa benar-benar keseorangan, patah hati. Saya hampir-hampir hendak melompat tiba-tiba loceng pintu berbunyi di tingkat bawah dan saya tersentak. Saya berfikir untuk menunggu sebentar, dan pasti orang itu akan pergi. Saya tunggu dan tunggu, tetapi bunyi loceng semakin kuat dan bertubi-tubi.

Kemudian orang yang menekan suis loceng itu, mengetuk pintu pula dengan kuat. Saya berfikir sendirian lagi “Siapalah di muka bumi ini yang boleh buat begini? Tiada siapa pernah tekan suis loceng itu atau nak berjumpa dengan saya”. Saya longgarkan tali ikatan di leher dan kemudian pergi ke pintu hadapan. Ketika itu bunyi loceng kuat dan semakin kuat.

Bila saya buka pintu dan lihat, sukar untuk dipercayai oleh mata saya, di anjung rumah saya itu berdiri seorang budak yang sangat comel yang bersinar wajahnya seperti malaikat, tidak pernah saya jumpa sebelum ini di dalam hidup saya. Budak itu tersenyum. Oh! Saya tidak dapat hendak gambarkan kepada anda semua. Perkataan yang keluar daripada mulutnya menyebabkan hati saya yang telah lama mati tiba-tiba hidup semula, seruan budak itu seperti suara bayi yang sangat comel. “Makcik, saya datang hendak memberitahu bahawa Allah sangat menyayangi dan sentiasa melindungi makcik”. Kemudian dia memberikan kepada saya sebuah buku bertajuk “ Jalan Ke Syurga” yang saya sedang pegang ini.

Bila “malaikat kecil” itu telah pulang meredah sejuk dan hujan, saya menutup pintu dan membaca dengan perlahan setiap perkataan yang tertulis di dalam buku tersebut. Kemudian saya naik semula ke loteng untuk mendapatkan semula tali dan kerusi. Saya tak perlukannya lagi.

Oleh sebab di belakang buku ini ada tertera alamat tempat ini, saya sendiri datang ke masjid ini ingin mengucapkan syukur kepada Tuhan. Tuhan kepada budak kecil yang telah datang tepat pada waktunya, yang dengan demikian telah terhindar jiwa saya daripada keabadian di dalam neraka.

Ramai yang berada di dalam masjid ketika itu menitiskan air mata. Mereka melaungkan TAKBIR…ALLAH HU AKBAR…gemaan takbir bergema di udara. Imam iaitu ayah kepada budak itu turun dari mimbar pergi ke barisan hadapan di mana “malaikat kecil” itu sedang duduk.

Dia mendakap puteranya dengan air mata keluar tanpa disedarinya. Mungkin tidak ada jemaah yang memiliki saat yang lebih mulia ini dan mungkin di alam semesta ini belum pernah melihat seorang ayah yang penuh kasih sayang dan penghormatan terhadap anaknya. Inilah satu peristiwa..

Berbahagialah anda kerana membaca kisah ini. Jangan biarkan kisah ini di sini sahaja. Bacalah lagi dan sampaikan kepada yang lain. Syurga adalah untuk umat-Nya. Ingatlah, dengan menyebarkan firman Allah boleh mengubah hidup seseorang yang hampir dengan anda. Sila kongsi kisah menarik ini.

Sebarkanlah kalimah Allah, kalau kita bantu Allah, Allah akan membantu kita dalam semua perkara yang kita buat.

Maksud firman Allah dalam Surah al-Maidah ayat 3;

“…pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu) dari agama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya), sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu, maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan(memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani"

Thank You & Appreciate.